Sabtu, 02 Februari 2013

BENVENUTTO MAGICO BALLOTELI

Musim ini AC Milan masa transisi yang drastis. Akhir musim lalu, mereka ditinggalkan sederet pemain senior. Kepergian Alessandro Nesta, Gennaro Gattuso, Clerence Seedorf, Zlatan Ibrahimovic, Thiago Silva sampai Antonio Cassano meninggalkan lubang yang harus ditutupi di skuad Rossoneri. Hasilnya, musim 2012/2013 adalah start terburuk A.C Milan sejak delapan puluh tahun lalu. Il Daviolo Rosso kalah lima kali dalam delapan laga pertama liga, menjelang akhir oktober Massimo Ambrosini dan kawan-kawan terpuruk ke peringkat 15, berada begitu dekat dengan zona degragasi. Di Liga Champions meski akhirnya lolos dari fase grup A.C Milan juga harus rela dilangkahi Malaga, tim yang baru memulai debut di Liga Champions musim ini.


Ketika semua seolah menjadi buruk, Stephan El Shaarawy menjadi sinar terang dalam perjalanan A.C Milan musim ini. Gol-gol El Shaarawy secara efektif menyumbang poin-poin krusial kepada Rosoneri, akhirnya performa tim pelan-pelan meningkat. Pada akhir Januari, Il Daviolo Rosso berada di peringkat 5 dan masuk ke zona Eropa. Namun Milanisti diseluruh dunia adalah tifosi sepanjangg sejarah lebih banyak menikmati momen bersejarah dengan serangkaian gelar terhormat dibandingkan rasa pahit dan getir, menuntut lebih. Rasa haus akan kejayaan wajib dimiliki oleh klub dengan gelar Internasional terbanyak di dunia ini. Kita (A.C Milan) harus mendapatkan kembali apa yang hilang dari kita.
Why Always Me? Mario Balloteli bergabung ke Klub A.C Milan pada saat bursa transfer musim dingin Serie-A. Mino Raiola, agen Mario Balotelli mengklaim kepindahan kliennya dari Manchester City ke AC Milan bak marathon. Negoisasi perekrutan Balloteli sempat batal tujuh sampai delapan kali sebelum kedua belah pihak sepakat diangka 20 Juta Euro. A.C Milan tak pernah menarik keluar meski dalam situasi ekonomi yang sulit. Saat ini situasi financial A.C Milan tidak sekuat dulu, Presiden A.C Milan Silvio Berluconi diawal musim bahkan mengatakan, setelah dua puluh enam tahun kejayaan bersama Kaviar dan Champange, ini adalah saatnya berhemat. Fakta berbicara, Balloteli merupakan pemain yang sudah lama diincar oleh Rosoneri meski Sivio Berlusconi sempat menyebutnya sebagai “Apel Busuk” akan tetapi jika direview sekarang tak lebih merupakan trik bisnis lihay guna mendapatkan service Super-Mario.

Why always me? Kenapa A.C Milan merekrut pemain kontroversial bernama Mario Balloteli? Akankah ia menjadi pisau bermata dua, yang memiliki efek negetif merusak keharmonisan ruang ganti A.C Milan? Begitulah pertanyaan mengemuka diberbagai forum dialog antar penikmat sepakbola. Beberapa orang berpendapat karena dialah striker bagus dengan harga murah, beberapa lagi mengatakan karena dia seorang Milanisti sedari dulu. Mungkin ada benarnya, namun sebagai seorang Milanisti, penulis memiliki analisa lain. Jawabannya adalah “MAGIC” atau “SIHIR” Kening anda berkerut? Jika anda mengikuti sejarah A.C Milan dan Serie-A sedari dulu maka pasti paham maksud penulis, agar lebih komprehensif akan penulis jelaskan. Berikut analisanya.

A.C Milan tidak pernah terlalu menjadi tim dengan kualitas permainan kolektif terbaik di Serie-A, disitu ada Juventus FC. Tidak terlalu bermain dengan tempo mengebu-gebu, di situ ada SS Lazio. Tidak bermain terlalu dengan gaya latin seperti biasanya AS Roma dan mengandalkan tenaga besar dan kecepatan yang kerap diperagakan FC Internazionale atau memainkan gaya Italia Murni seperti Napoli. Rosoneri adalah tim sepanjang sejarah lebih mengandalkan Fantasia-Furbizia. Fantasia adalah satu dua orang yang memiliki sihir dalam mengalirkan bola, mengubah hasil pertandingan lewat aksi individu, dan Furbizia adalah umbaran energi untuk memperdayakan, mengecoh dan seni tipu daya. Mario Balloteli adalah keping terakhir yang diharapkan mampu menghidupkan gaya klasik A.C Milan.
Dalam sejarah peran Fantasia-Furbizia ini telah dimainkan oleh orang-orang besar seniman sepakbola sejati, pada era sepak bola modern diawali dengan kemunculan Trio Belanda Frans Rijkaard, Marco Van Basten dan Ruud Gullit. Duet Roberto Baggio dan Gorge Weah, Kombinasi Rui Costa bersama Andriiy Shevsenko, Kolaborasi apik antara Andrea Pirlo dan Kaka, Taktif Ultraofensif yang dipimpin Ronaldinho sampai One Man Show Zlatan Ibrahimovic. Masa-masa transisi ini telah membuka mata para pengambil kebijakan di Rosoneri yaitu Andrea Galliani dan Silvio Berlusconi untuk kembali ke tradisi.
Tentu saja, Mario Balloteli adalah orang diharapkan melanjutkan tradisi panjang A.C Milan tersebut. Potensi yang dimiliki bocah nakal ini sebenarnya lebih dari yang kita bayangkan. Biasanya beban sejarah yang berat hanya dapat ditanggung oleh mereka yang temperamental. Ketika orang-orang bertanya dimana bagusnya bocah jelek itu? Kami Milanisti menjawab bahwa Ballotelli mempunyai kesamaan nasib, kami adalah Milanisti. Dan seorang Milanisti akan selalu berusaha yang terbaik untuk A.C Milan, seburuk apapun keadaan. Persamaan keyakinan ini, membuat optimisme menebal kepada seluruh Milanisti di dunia terhadap kedatangan seorang anak hilang, yang pulang ketempat dimana dia mencintai, dan dicintai.

"Ini bukan beban, tapi justru kehormatan. Saya selalu ingin bermain untuk Milan," kata Balotelli dalam konfernsi pers. "Saya ingin menjadi pemain penting di klub. Berada di sini adalah mimpi, tapi saya lebih baik membiarkan sepakbola yang bicara," tandasnya.

Zaman baru ini baru saja dimulai, keajaiban duet Mario Balloteli dan Stephan El Shaarawy tidak akan terjadi begitu saja, justru kerja keras mulai sekarang. Kelak biarlah sejarah yang mencatat hasilnya. Benvenutto Magico Ballotelli!!!
Banda Aceh, 2 Februari 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar