Nilai seseorang sering ditentukan ketika ia tiada lagi, tiba-tiba seorang pentolan Milanisti Indonesia Sezione Aceh, Iman Srihadi yang akrab dipanggil Demank memutuskan untuk merantau demi penghidupan yang lebih baik. Tentunya ini mengejutkan, disaat Milanisti Indonesia Sezione Aceh sedang menggeliat kembali. Ada rasa sedih yang ditekan untuk sebuah perpisahan ini. Maka dibuatlah acara Family Gayhering sederhana untuk melepaskan Demank.
Acara sederhana tersebut merangkum kesan dan pesan dari anggota Milanisti Indonesia Sezione Aceh yang dapat berhadir.
Fajar Mauludin (Boateng) => Demank banyak member perubahan kepada Milanisti Indonesia Sezione Aceh baik dibidang Nonton bareng serta Futsal;
Ian Ferdian (Mexes) => Jangan melupakan Milanisti Indonesia Sezione Aceh dan semoga sukses di Medan;
Ismu Bayzan (Ismoe) => Bang Demank adalah orang pertama kami kenal sejak bergabung ke Milanisti Indonesia Sezione Aceh, orangnya asik, fair dan enak seolah sudah lama berkenalan;
M. Yoly Setiawan (Emyess) => Terima kasih kepada Bang Demank yang telah memberikan banyak kontribusi kepada Milanisti Indonesia Sezione Aceh, khusus kepada Yoly telah membentuk sebagai Ultras, dari awalnya masih tifosi biasa;
Rendy (Alcheron) => Bang Demanlah orangnya enak, berani berbaur. Ibaratnya tanpa Bang Demank bagaikan sayur tanpa garam. Bersama dia Milanisti Indonesia Sezione Aceh telah banyak melakukan perubahan;
T. Merza Anwari (Meneer) => Demank itu orangnya asik, sejak demank aktif di Milanisti Indonesia Sezione Aceh telah banyak memberi kontribusi berarti;
Facrurrozi (P. Maldizzi) => Bang Demank membuat hidup lebih hidup;
T.M. Ikhwan (Milanisti USK) => Banyak kenangan indah bersama bang Demank;
Alvin (Avlex) => Semua indah;
Robby (Bojan) => Mungkin tak akan pernah ada lagi yang seperti Bang Demank;
Theja (El Shaarawy) => Banyak kenangan yang indah bersama Bang Demank, seperti Milanisti Aceh Go Beach dan acara ultah Milanisti Indonesia itu luar biasa.Dan itu semua telah menjadi kenangan yang begitu indah;
Satria (Gabriel) => Walaupun baru mengenal bang Demank orangnya lucu dan enak bergaul;
T. Ferdy (Montolivo) => Walaupun baru mengenal bang Demank baik dan tidak sombong.
Basyar (Muntari) => Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan, ada banyak kenangan indah bersama Bang Demank;
Sa’dan (Harus Fokus) => Kenangan yang paling diingat adalah pada saat nonton bareng dulu, orangnya berisik dan saya merasa terganggu. Saya memanggil dan memarahi Demank. Seiring perjalanan waktu ternyata orangnya asik dan banyak membuat perubahan baik bagi Milanisti Indonesia Sezione Aceh. Satu lagi kesan, pada saat bertanding menghadapi Universitas Serambi Mekkah Demank sebagai Center Back mati-matian menjaga pertahanan, terakhir Demank pergi bukan untuk selamanya, kelak kami mengharapkan ia kembali;
Milvan Murtadha (Ketua Milanisti Indonesia Sezione Aceh) => Sejujurnya, saya adalah orang yang paling berat melepaskan Demank. Selaku ketua sekaligus personal. Sewaktu nonton bareng Milan, Demank adalah orang yang pertama hadir. Sewaktu saya mencalonkan diri sebagai ketua, Demank adalah orang yang memaksa saya menyusun visi dan misi. Kadang-kadang, saya merasa diri saya adalah yang paling Milan, ternyata setelah bertemu Demank saya mengakui ada orang lain yang lebih besar kecintaannya kepada Milan dibanding saya, orang itu adalah Demank. Sikap militansi Demank sulit dicari tanding, setiap legenda yang pergi pasti akan membawa kesedihan. Akan tetapi kami juga turut bergembira dengan tugas yang akan menantikan Demank nantinya kedepan. Kemana pun ia pergi, Demank adalah tetap menjadi bagian dari kami Milanisti Indonesia Sezione Aceh, dan kapan pun dia pulang kami akan menyambut dengan tangan terbuka.
Demank sendiri menyampaikan sepatah dua patah kata sebagai pesan dan kesan kepada seluruh anggota Milanisti Indonesia Sezione Aceh, “Terima kasih buat teman-teman, Pak Capo dan pengurus Milanisti Indonesia Sezione Aceh. Terima kasih kepada adik-adik dan abang-abang. Saya berharap Milanisti Indonesia Sezione Aceh tetap solid, dan kepada abang-abang untuk mengarahkan adik-adik kejalan kebenaran. Saya pribadi mohon maaf apabila pernah melakukan kesalahan. Harapan saya Aceh harus lebih hidup dari Sezione lainnya, baik dalam nonbar maupun event. Saya sangat sedih harus meninggalkan Milanisti Indonesia Sezione Aceh akan tetapi itulah hidup.”
Pada akhirnya semua akan pergi, dan biarkan hari ini dan kemarin menjadi kenangan yang indah. Sahabat, engkau adalah yang terbaik. Dan selalu dikelilingi oleh mereka yang baik. Maka berjuanglah, karena kami gentar bahwa tiada seorang pun yang akan menggantikanmu. Betapa engkau menjadi pengingat, betapa bernilainya orang baik.
Addio amico, buona fortuna



Tidak ada komentar:
Posting Komentar